Belajar Arti Program Layanan Sosial Di Unit Bina Karya Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras



YogyakartaBalai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa. Kali ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal melaksanakan Praktik Kerja Departemen (PKD) sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi di bidang layanan sosial dan pendidikan. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan, sejak Maret hingga Mei 2026 ini diikuti oleh Kelompok 6 Program Studi Pendidikan Nonformal yang terdiri dari Nazarudin, Maulinda, Anggara Ricky, Danifa, dan Kamelia. Bertempat di BRSBKL Unit Bina Karya, Sidomulyo, Tegalrejo, Yogyakarta, para mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). 

Selama pelaksanaan PKD, mahasiswa berhasil merancang dan mengimplementasikan 11 program kerja yang berfokus pada pengembangan kemampuan motorik, kognitif, sosial, hingga keterampilan vokasional PPKS. Kegiatan yang dilakukan pun beragam dan inovatif, mulai dari permainan motorik halus seperti finger game, bola panah, mewarnai, dan menyusun bunga, hingga kegiatan kognitif seperti menyusun huruf dan tebak gambar. Tak hanya itu, mahasiswa juga menghadirkan kegiatan sosial interaktif seperti tebak gaya dan fashion show dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang mampu meningkatkan rasa percaya diri dan interaksi sosial para PPKS. Kegiatan rekreatif seperti menonton film dan jalan santai turut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses rehabilitasi. Di bidang keterampilan, mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan gantungan kunci dari benang makrame sebagai bentuk penguatan kemampuan vokasional. Menariknya, program ini tidak berhenti pada proses produksi saja, tetapi juga dikembangkan hingga tahap pemasaran. Mahasiswa menginisiasi program digital marketing untuk membantu memasarkan produk batik hasil karya PPKS, sehingga memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan. 

Seluruh program yang dijalankan disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan PPKS bersama pembimbing lapangan. Pendekatan partisipatif yang diterapkan memungkinkan mahasiswa terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Kehadiran mahasiswa di BRSBKL tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lembaga. Program-program yang dilaksanakan dinilai mampu mendukung proses rehabilitasi sosial secara lebih kreatif, interaktif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan PKD ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya, sekaligus mengasah kemampuan profesional di bidang layanan sosial. Diharapkan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat di masa mendatang. (KA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Pages