Budidaya Caisim (Sawi Hijau) sebagai Usaha Pemberdayaan Gepeng di BRSBKL







                  

Untuk memberikan bekal kemandirian dalam penyelenggaraan Pelayanan Rehabsos bagi Para Warga Binaan Sosial (WBS) khususnya bagi Gelandangan Pengemis dan Pemulung di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Dinsos DIY. Para Gepeng dan Pemulung di beri Berbagai pelatihan ketrampilan setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan bimbingan yang di lakukan di BRSBKL ini merupakan usaha Represif, Preventif dan Rehabilitatif hal ini sesuai dengan Perda Nomor 1 tahun 2014 tentang Penanganan Gepeng. Berdasarkan peraturan daerah tersebut penanggulangan Gelandangan Pengemis dan Pemulung dibagi tiga (3) bentuk yaitu:

  1. Usaha Preventif.
    Usaha ini meliputi; penyuluhan, bimbingan, latihan, pemberian bantuan, pengawasan, dan
    pembinaan lanjutan.
  2. Usaha Represif
    Usaha ini dilakukan untuk menghilangkan pergelandangan dan pengemisan serta mencegah
    perluasannya di masyarakat. Usaha ini meliputi; razia, penampungan sementara untuk diseleksi dan pelimpahan.
  3. Usaha Rehabilitatif
    Usaha ini bertujuan agar gelandangan dan pengemis memiliki kembali kemampuan untuk hidup secara layak sesuai harkat dan martabat manusia. Usaha ini meliputi; penyantunan, pemberian latihan dan pendidikan, pemulihan kemampuan dan penyaluran kembali ke masyarakat,
    pengawasan, dan pembinaan lanjutan.
                            

Salah satu Bimbingan Ketrampilan yang dilaksanakan di BRSBKL bagi warga binaan eks Gepeng dan Pemulung yaitu Pertanian, berbagai jenis tanaman telah di ajarkan kepada WBS. Pada tahun ini jenis tanaman yg di ajarkan antara lain adalah bertanam :Terong, Lombok, Kacang Panjang , Kacang Tanah, Kangkung, Tomat, dan Jahe serta Jagung Manis.
Pada awal September 2019 ini memasuki musim kemarau jenis tanaman yang di tanam adalah Sawi Hijau ( Caisim). Diajarkanya bertanam Sawi Hijau karena:
  1. Mudah perawatannya.
  2. Umurnya pendek lebih kurang 3 ( tiga ) Minggu atau 25 ( dua puluh lima ) hari siap di panen.
  3. Meskipun di tanam di tanah tandus tetap bisa tumbuh.
  4. Kondisi Tanah di BRSBKl berpasir ( kurang subur) dg pemupukan yg baik Sawi Hijau tetap menghasilkan.
  5. Sawi Hijau ( Caisim) banyak di butuhkan di masyarakat.

Adapun langkah langkah WBS dalam melakukan penanaman Sawi Hijau ini adalah sama dengaan tanaman pertanian pada umumnya yaitu:
  1. Menyiapkan Lahan Bedengan.
  2. Penaburan benih.
  3. Penyiraman.
  4. Pemupukan.
  5. Tumbuh subur.
  6. Panen.
  7. Penjualan Hasil.
Kegiatan dalam melakukan langkah langkah penanaman tersebut dari menyiapkan lahan sampai penjualan hasil merupakan pelajaran yang sangat baik untuk memotivasi dan memberdayakan WBS di BRSBKL karena langkah langkah yg di laksanakan terkandung makna sebagai berikut:
  • Segala sesuatu hasil yang di dapat harus melalui proses.
  • Proses pembibitan sampai dengan membuahkan hasil merupakan latihan kesabaran bagi WBS.
  • Setelah Hasil laku di jual menumbuhkan semangat bertani bagi penanamannya dan WBS bertambah rajin dalam bekerja dan mengikuti kegiatan bimbingan yang lain karena mempunyai harapan untuk lebih berkembang.
    Kepala BRSBKL Hinukoro Aji berharap setelah WBS mengetahui hasil dari Bertanam Caisim ( Sawi Hijau) ini bisa memotivasi WBS yang lain untuk belajar mandiri, karena dalam kegiatan bimbingan pertanian ini melibatkan:
  • Pikiran ( mengembangkan ide dalam bertani)
  • Hati (semangat bekerja dan menghasilkan)
  • Fisik (kegiatan becocok tanam dengan semua rangkaiannya)
    Untuk mendukung dalam memberdayakan para Gepeng dan Pemulung melalui kegiatan menanam Caisim ( Sawi Hijau ) tersebut Para Pekerja sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras dalam melakukan pendampingan setiap kegiatan selalu menyesuaikan dengan Sistem dasar pekerjaan sosial yaitu sebagai Sistem Pelaksana Perubahan dan Sistem Sasaran adalah pihak-pihak yang dapat dijadikan sasaran perubahan, atau dijadikan media yang dapat mempengaruhi proses pencapaian tujuan pertolongan, yaitu dengan pemberian keterampilan pertanian.
    Terciptanya Sinergi Antara Menejemen dan Pekerja Sosial dan WBS di BRSBKL dalam melaksanakan setiap Kegiatan Bimbingan diharapkan akan segera mewujudkan Pemberdayaan terhadap para Gepeng dan Pemulung.
    Adapun proses Penjualan Hasil dari Kegiatan Pertanian di BRSBKL.
  • Di tawarkan ke Warung sekitar Balai oleh WBS sendiri.
  • Di jual ke Pedagang Mie Ayam seputar Balai.
  • Di jual ke Pedagang Bakso yang biasa lewat di seputar BRSBKl.
  • Ditawarkan ke Pegawai / Petugas/instruktur di lingkungan Balai.
  • Sesuai dengan pesanan WBS akan melakukan pengemasan sesuai dengan yang di butuhkan
  • Hasil penjualan di kelola dan di manfaatkan sendiri oleh WBS dalam bimbingan Para Pekerja Sosial di BRSBKL.
                    

Proses di atas mengandung maksud/ makna :
  1. Mendidik profesionalisme WBS
  2. Membangun Relasi WBS dengan Dunia Usaha dalam skala kecil.
  3. Integritas Pegawai/ petugas/ instruktur kepada WBS tetap terjaga.
  4. Memberikan penghargaan dan Motivasi kepada WBS yang melakukan kegiatan dengan sungguh-sungguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages