Pages

Sabtu, 01 Agustus 2026

Rangkaian Kegiatan Mingguan pada Unit Bina Karya Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras


Yogyakarta - Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan setiap minggunya sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Beragam aktivitas tersebut disusun untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan, membentuk karakter yang lebih mandiri, serta meningkatkan kualitas diri dari sisi spiritual, fisik, mental, sosial, hingga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.



Kegiatan pada awal pekan, yaitu hari Senin, diawali dengan bimbingan keagamaan melalui pembelajaran membaca Iqra' dan Al-Qur'an. Dalam kegiatan ini, para PPKS mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan. Selain melatih kemampuan membaca, pembinaan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan beribadah dan membentuk sikap yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki hari Selasa, peserta mengikuti kegiatan pertanian yang menjadi salah satu bentuk pelatihan keterampilan. Melalui praktik langsung, mereka belajar mengenal proses bercocok tanam, mulai dari merawat hingga memelihara tanaman. Pada hari yang sama juga dilakukan pembagian sabun sebagai upaya mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan balai, sehingga peserta semakin terbiasa menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

Suasana hari Rabu diawali dengan senam pagi bersama yang bertujuan menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat sebelum mengikuti kegiatan lainnya. Setelah itu, para PPKS mengikuti pelatihan membatik untuk mengasah kreativitas, ketelitian, dan keterampilan tangan. Siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan kejiwaan sebagai bentuk pendampingan psikososial. Melalui sesi ini, peserta diberikan ruang untuk memperkuat kondisi mental, belajar mengelola emosi, serta memperoleh motivasi selama menjalani proses rehabilitasi.

Pada hari Kamis, peserta memperoleh layanan bimbingan konseling. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mereka untuk berbagi cerita, menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus mendapatkan arahan dan dukungan dari pendamping. Selain itu, ibu-ibu juga mengikuti pelatihan pengolahan makanan yang bertujuan menambah pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk yang bernilai guna dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha.

Sementara itu, kegiatan pada hari Jumat dipusatkan pada pelatihan membatik. Selama proses pembuatan motif batik, peserta belajar melatih kesabaran, ketelitian, serta ketekunan dalam setiap tahap pengerjaannya. Di samping menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya, keterampilan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika para PPKS kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan mingguan ditutup pada hari Sabtu dengan senam pagi yang kemudian dilanjutkan dengan aktivitas bertani. Perpaduan kedua kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk tetap menjaga kesehatan tubuh sekaligus memperkuat kemampuan bertani melalui praktik secara langsung di lapangan.


Seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama satu minggu mencerminkan komitmen Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada para PPKS. Melalui berbagai program tersebut, balai tidak hanya berupaya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri, kemandirian, serta kesiapan mereka untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik dan berperan aktif di lingkungan masyarakat. (Cahya/UNY)

 


Rabu, 10 Juni 2026

Belajar Arti Program Layanan Sosial Di Unit Bina Karya Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras



YogyakartaBalai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa. Kali ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal melaksanakan Praktik Kerja Departemen (PKD) sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi di bidang layanan sosial dan pendidikan. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan, sejak Maret hingga Mei 2026 ini diikuti oleh Kelompok 6 Program Studi Pendidikan Nonformal yang terdiri dari Nazarudin, Maulinda, Anggara Ricky, Danifa, dan Kamelia. Bertempat di BRSBKL Unit Bina Karya, Sidomulyo, Tegalrejo, Yogyakarta, para mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). 

Selama pelaksanaan PKD, mahasiswa berhasil merancang dan mengimplementasikan 11 program kerja yang berfokus pada pengembangan kemampuan motorik, kognitif, sosial, hingga keterampilan vokasional PPKS. Kegiatan yang dilakukan pun beragam dan inovatif, mulai dari permainan motorik halus seperti finger game, bola panah, mewarnai, dan menyusun bunga, hingga kegiatan kognitif seperti menyusun huruf dan tebak gambar. Tak hanya itu, mahasiswa juga menghadirkan kegiatan sosial interaktif seperti tebak gaya dan fashion show dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang mampu meningkatkan rasa percaya diri dan interaksi sosial para PPKS. Kegiatan rekreatif seperti menonton film dan jalan santai turut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses rehabilitasi. Di bidang keterampilan, mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan gantungan kunci dari benang makrame sebagai bentuk penguatan kemampuan vokasional. Menariknya, program ini tidak berhenti pada proses produksi saja, tetapi juga dikembangkan hingga tahap pemasaran. Mahasiswa menginisiasi program digital marketing untuk membantu memasarkan produk batik hasil karya PPKS, sehingga memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan. 

Seluruh program yang dijalankan disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan PPKS bersama pembimbing lapangan. Pendekatan partisipatif yang diterapkan memungkinkan mahasiswa terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Kehadiran mahasiswa di BRSBKL tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lembaga. Program-program yang dilaksanakan dinilai mampu mendukung proses rehabilitasi sosial secara lebih kreatif, interaktif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan PKD ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya, sekaligus mengasah kemampuan profesional di bidang layanan sosial. Diharapkan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat di masa mendatang. (KA)