Yogyakarta - Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan setiap minggunya sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Beragam aktivitas tersebut disusun untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan, membentuk karakter yang lebih mandiri, serta meningkatkan kualitas diri dari sisi spiritual, fisik, mental, sosial, hingga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pada awal pekan, yaitu hari Senin, diawali dengan bimbingan keagamaan melalui pembelajaran membaca Iqra' dan Al-Qur'an. Dalam kegiatan ini, para PPKS mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan. Selain melatih kemampuan membaca, pembinaan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan beribadah dan membentuk sikap yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki hari Selasa, peserta mengikuti kegiatan pertanian yang menjadi salah satu bentuk pelatihan keterampilan. Melalui praktik langsung, mereka belajar mengenal proses bercocok tanam, mulai dari merawat hingga memelihara tanaman. Pada hari yang sama juga dilakukan pembagian sabun sebagai upaya mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan balai, sehingga peserta semakin terbiasa menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.
Suasana hari Rabu diawali dengan senam pagi bersama yang bertujuan menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat sebelum mengikuti kegiatan lainnya. Setelah itu, para PPKS mengikuti pelatihan membatik untuk mengasah kreativitas, ketelitian, dan keterampilan tangan. Siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan kejiwaan sebagai bentuk pendampingan psikososial. Melalui sesi ini, peserta diberikan ruang untuk memperkuat kondisi mental, belajar mengelola emosi, serta memperoleh motivasi selama menjalani proses rehabilitasi.
Pada hari Kamis, peserta memperoleh layanan bimbingan konseling. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mereka untuk berbagi cerita, menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus mendapatkan arahan dan dukungan dari pendamping. Selain itu, ibu-ibu juga mengikuti pelatihan pengolahan makanan yang bertujuan menambah pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk yang bernilai guna dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha.
Sementara itu, kegiatan
pada hari Jumat dipusatkan pada pelatihan membatik. Selama proses pembuatan
motif batik, peserta belajar melatih kesabaran, ketelitian, serta ketekunan
dalam setiap tahap pengerjaannya. Di samping menjadi salah satu bentuk pelestarian
budaya, keterampilan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat
ketika para PPKS kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan
mingguan ditutup pada hari Sabtu dengan senam pagi yang kemudian dilanjutkan
dengan aktivitas bertani. Perpaduan kedua kegiatan tersebut memberikan
kesempatan bagi peserta untuk tetap menjaga kesehatan tubuh sekaligus
memperkuat kemampuan bertani melalui praktik secara langsung di lapangan.
Seluruh kegiatan yang
dilaksanakan selama satu minggu mencerminkan komitmen Balai Rehabilitasi Sosial
Bina Karya dan Laras dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada para
PPKS. Melalui berbagai program tersebut, balai tidak hanya berupaya
meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta, tetapi juga membantu
membangun rasa percaya diri, kemandirian, serta kesiapan mereka untuk kembali
menjalani kehidupan yang lebih baik dan berperan aktif di lingkungan
masyarakat. (Cahya/UNY)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.